Kamis, 22 Desember 2011

Cara Cloning Data Credit Debit Card


Kemajuan teknologi dan globalisasi keuangan menyebabkan transaksi dalam negeri dan antar negara dimungkinkan berlangsung hanya beberapa detik. Perkembangan globalisasi ekonomi sekarang ini telah menyebabkan terbukanya ekonomi negara-negara berkembang bagi arus dana dari negara-negara maju begitu juga sebaliknya, keadaan tersebut di atas tentu dapat dipergunakan oleh orang-orang yang ingin mendapatkan keuntungan dari perbuatan yang tidak halal yaitu menyelamatkan uang yang diperolehnya.
Kita sudah terbiasa mendengar istilah skimming, akhirakhir ini. Objek yang menjadi sasaran skimmer adalah pemilik kartu ATM dan kartu kredit, bahkan kartu transaksi lainnya. Skimming merupakan kegiatan ’memancing’ dengan perangkap (devices: hardware).

Di luar negeri, skimming bukan hal baru. Kegiatan ini menjadi sebuah masalah yang meresahkan (khususnya para pemegang kartu berharga), namun tidak mudah untuk diberantas. Dilakukan secara individu atau kelompok. Ada juga berupa sindikat. Jaringan aksinya sangat luas, terorganisir. Bahkan ada yang beroperasi lintas-internasional.
Adsense Indonesia
Maranya praktek skimming kartu kredit dan debit tidak lepas dari mudahnya menjumpai penjualan yang tidak bertanggungjawab terhadap perangkat teknologi mesin uang tunai. Bahkan di pasaran Jakarta, mass-media dalam negeripun menjumpai dan menyiarkan alat-alat penunjang paraktek skimming yang dijual ‘bebas’ dan relatif terjangkau. Harganya kurang dari 500 ribu rupiah.

Untuk lebih jelasnya download artikelnya disini

0 comments:

Posting Komentar